Langsung ke konten
MekanikuJakarta Selatan0851-5695-3510

Service ABS mobil: urutan cek sensor roda, kabel, dan modul ABS sebelum ada yang diganti

Jawaban singkat

Service ABS mobil dimulai dari membaca kode kerusakan di modul ABS, bukan dari mengganti modul. Penyebab yang paling sering dicek lebih dulu adalah sensor kecepatan roda, kabelnya, ring encoder dan bantalan roda. Modul ABS baru dicurigai setelah sensor, kabel, sekring dan tegangan aki terbukti normal.

Apa yang sebenarnya dikerjakan saat service ABS

ABS (anti-lock braking system) menjaga roda supaya tidak mengunci saat Anda mengerem keras, sehingga mobil masih bisa dibelokkan. Sistemnya terdiri dari dua bagian besar. Bagian pertama adalah unit hidrolik di ruang mesin: di dalamnya ada katup yang mengatur tekanan rem tiap roda, pompa balik, dan unit kontrol elektronik. Unit inilah yang sehari-hari disebut modul ABS. Bagian kedua adalah sensor kecepatan roda, satu di setiap roda, yang terus melaporkan seberapa cepat roda itu berputar.

Saat satu roda hampir mengunci, unit kontrol menurunkan tekanan rem di roda itu saja, lalu menaikkannya lagi begitu roda berputar bebas. Pada sebagian mobil pedal rem terasa bergetar ketika ini terjadi. Getaran itu normal dan justru tanda ABS bekerja.

Karena itu service ABS adalah urutan pemeriksaan. Pertama, apakah unit kontrol menerima sinyal yang benar dari keempat roda. Kedua, apakah kabel dan konektornya utuh. Ketiga, apakah bagian mekanis di roda (bantalan, ring encoder, ukuran ban) memberi angka putaran yang masuk akal. Baru setelah itu montir menilai apakah modulnya sendiri bermasalah.

Gejala ABS bermasalah

HELLA, produsen sensor roda, mencatat tanda-tanda yang muncul ketika sensor kecepatan roda gagal. Tanda yang sama sering menjadi alasan orang mencari bengkel ABS:

  • Lampu ABS di panel instrumen menyala dan tidak padam setelah mesin hidup.
  • Ada kode kerusakan yang tersimpan di modul ABS, meskipun lampunya kadang padam sendiri.
  • Roda mengunci saat pengereman keras, padahal seharusnya ABS mencegahnya.
  • ABS bekerja di saat yang tidak perlu, misalnya pedal bergetar saat mengerem pelan di jalan kering.
  • Sistem lain ikut terganggu.

Poin terakhir sering membingungkan. Data kecepatan roda tidak hanya dipakai ABS. Modul ABS meneruskannya ke sistem lain seperti kontrol traksi (TCS), kontrol stabilitas (ESP), dan pada sebagian mobil ke mesin, transmisi dan navigasi. Jadi satu sensor roda yang rusak bisa membuat beberapa lampu peringatan menyala sekaligus, atau membuat perpindahan gigi transmisi otomatis terasa aneh. Arti lampu ABS dan seberapa aman mobil dipakai sudah kami bahas di artikel lampu ABS menyala.

Penyebab yang paling sering ditemukan

HELLA mencatat enam penyebab sensor kecepatan roda gagal: kabel putus, korsleting di dalam sensor, kerusakan dari luar, kotoran yang menumpuk, celah bantalan roda yang membesar, dan ring encoder yang rusak. Kerusakan dari luar misalnya sensor terbentur batu atau salah pasang saat ganti kampas. Ring encoder adalah cincin bergerigi atau cincin magnet yang ikut berputar bersama roda dan "dibaca" oleh sensor.

Yang Anda alamiKemungkinan penyebabYang dicek lebih dulu
Lampu ABS menyala setelah lewat genangan atau jalan berlumpur.Konektor sensor kemasukan air, sensor tertutup kotoran.Konektor dan kabel di roda yang ditunjuk kode.
Lampu ABS menyala setelah ganti kampas, cakram atau bantalan roda.Kabel sensor tertarik atau terjepit, sensor terbentur, ring encoder rusak.Jalur kabel dan posisi sensor di roda yang baru dikerjakan.
Lampu ABS menyala setelah ganti ban atau pelek.Ukuran ban berbeda antara roda sehingga putarannya tidak sama.Ukuran dan tekanan keempat ban.
Lampu ABS, traksi dan stabilitas menyala bersamaan.Satu sensor roda tidak mengirim sinyal.Kode kerusakan dan perbandingan sinyal keempat roda.
Kode menunjuk modul atau pompa ABS.Unit kontrol, katup atau pompa di unit hidrolik.Tegangan aki, sekring dan massa modul sebelum modul dibongkar.

Sensor dan kabelnya bekerja tepat di dekat roda, berdampingan dengan rem yang panas, air dan debu kampas. Modul ABS duduk di ruang mesin yang lebih terlindung. Itu sebabnya urutan pemeriksaan selalu dimulai dari roda, dan modul baru dibuka setelah semua yang ada di sekitarnya terbukti baik.

Sensor aktif dan sensor pasif: kenapa mengukurnya tidak sama

Ada dua jenis sensor kecepatan roda. Sensor pasif (induktif) membuat tegangan bolak-balik sendiri ketika gerigi ring encoder lewat di depannya, tanpa perlu catu daya. Sensor aktif baru bekerja kalau diberi tegangan dari modul ABS, lalu mengirim sinyal digital. HELLA menulis bahwa produsen mobil kebanyakan memakai sensor aktif sejak 1998, dan bahwa kedua jenis ini sering tidak bisa dibedakan hanya dari bentuknya.

Bedanya penting saat diagnosis. Hambatan dalam sensor pasif bisa diukur dengan ohmmeter, sedangkan pada sensor aktif hambatan dalam tidak bisa diukur. Sensor aktif diperiksa dari tegangan catunya dan dari sinyalnya, dengan alat diagnosis atau osiloskop. Montir yang mengukur sensor aktif dengan cara sensor pasif bisa salah menyimpulkan sensor rusak, lalu mengganti komponen yang sebenarnya masih baik.

Yang bisa Anda cek sendiri sebelum ke bengkel

Pemeriksaan berikut tidak membuka sistem rem dan aman dilakukan di rumah. Hasilnya membantu montir mempersempit penyebab.

  1. Catat kapan lampu ABS menyala: sejak mesin hidup, hanya setelah hujan, atau hanya di kecepatan tertentu. Catat juga lampu lain yang ikut menyala.
  2. Periksa ukuran keempat ban di dinding ban. Ban dengan ukuran berbeda membuat roda berputar dengan kecepatan berbeda. Periksa juga tekanan anginnya.
  3. Lihat tabung minyak rem. Catat apakah level minyak rem ada di antara tanda batas.
  4. Cari sekring ABS di diagram sekring pada buku manual dan lihat apakah sekring itu putus.
  5. Kalau lampu ABS muncul setelah pekerjaan di roda, lihat kabel sensor di roda itu: apakah tergantung, terjepit atau konektornya lepas.

Jangan membuka sambungan pipa rem atau konektor modul ABS sendiri. Udara yang masuk ke saluran rem dan konektor yang rusak bisa membuat rem kehilangan daya, dan masalah kecil berubah menjadi pekerjaan besar.

Urutan pemeriksaan ABS di bengkel

HELLA menuliskan contoh diagnosis untuk keluhan lampu ABS yang menyala saat mobil berjalan. Urutannya cocok sebagai patokan untuk menilai apakah sebuah bengkel memeriksa dengan benar:

  1. Cocokkan data mobil dengan dokumen kendaraan supaya alat diagnosis memilih sistem yang tepat.
  2. Periksa tegangan aki. Tegangan yang kurang bisa membuat sistem gagal atau hasil ukur keliru.
  3. Periksa sekring yang berhubungan dengan sistem ABS.
  4. Uji rem. Cakram yang tidak rata membuat kecepatan roda berbeda saat mengerem, dan perbedaan itu ikut terbaca oleh unit kontrol.
  5. Naikkan mobil dan periksa ukuran ban, tekanan dan tapak ban, celah bantalan roda dan suspensi, level minyak rem, ketebalan kampas, serta posisi dan kondisi kabel dan konektor sensor.
  6. Sambungkan alat diagnosis ke soket OBD 16-pin, baca memori kerusakan, lalu bandingkan sinyal sensor dari tiap roda.
  7. Ukur tegangan catu dan sinyal dengan multimeter dan osiloskop di roda yang ditunjuk.
  8. Lepas sensor, periksa sensor dan ring encoder dari kerusakan, bersihkan dudukannya, lalu pasang sensor baru bila memang rusak.

HELLA juga mengingatkan bahwa perbaikan sistem rem hanya boleh dikerjakan oleh orang yang terlatih, mengikuti instruksi pabrikan mobil dan momen pengencangan baut yang ditentukan. Bengkel yang langsung menawarkan ganti modul tanpa membaca kode dan memeriksa sensor sedang melompati langkah-langkah di atas.

Kapan harus panggil montir

Lampu ABS kuning yang menyala terus berarti fungsi anti-lock mati, sementara rem biasa umumnya masih bekerja. Mobil masih bisa dipakai dengan hati-hati sampai diperiksa, tetapi jaga jarak lebih jauh dan hindari pengereman mendadak di jalan basah.

Berhenti dan minta bantuan, jangan lanjut menyetir, bila:

  • Lampu rem merah ikut menyala, atau pedal rem terasa dalam dan lembek.
  • Level minyak rem turun dan ada bekas basah di sekitar roda atau di bawah mobil.
  • Mobil menarik ke satu sisi saat direm, atau roda mengunci di jalan kering.
  • Ada bau terbakar dari salah satu roda setelah perjalanan.

Untuk lampu ABS yang menyala tanpa gejala rem lain, minta montir membaca kode ABS lebih dulu. Dari kode itu baru jelas apakah yang perlu dikerjakan sensor, kabel, bantalan roda atau modulnya. Montir Mekaniku mengerjakan semua pekerjaan mobil, termasuk pemeriksaan ABS. Ceritakan gejala dan tipe mobil Anda lewat WhatsApp supaya montir yang datang membawa alat yang sesuai. Daftar merek yang kami tangani ada di halaman bengkel per merek.

Pertanyaan umum

Apakah modul ABS yang rusak selalu harus diganti?
Tidak bisa dipastikan sebelum diperiksa. Banyak keluhan yang awalnya disangka modul ternyata berasal dari sensor roda, kabel, konektor, sekring atau tegangan aki. Keputusan memperbaiki atau mengganti modul diambil setelah kode kerusakan dibaca dan semua komponen di sekitarnya terbukti normal.
Kenapa lampu ABS menyala setelah ganti kampas rem atau ban?
Saat roda dibongkar, kabel sensor bisa tertarik, terjepit atau konektornya tidak terpasang kembali, dan sensornya bisa terbentur. Ban dengan ukuran berbeda juga membuat kecepatan putar roda tidak sama. Periksa dulu roda yang terakhir dikerjakan.
Apakah sensor ABS cukup dibersihkan saja?
Kotoran yang menumpuk memang salah satu penyebab sensor gagal, jadi membersihkan sensor dan dudukannya kadang cukup. Hasilnya harus dibuktikan dengan membaca ulang kode dan melihat sinyal sensor. Kalau sinyal tetap salah, sensor atau ring encodernya perlu diganti.
Kenapa lampu traksi dan ESP ikut menyala bersama lampu ABS?
Kontrol traksi dan kontrol stabilitas memakai data kecepatan roda yang sama dari modul ABS. Kalau satu sensor roda tidak mengirim sinyal, sistem-sistem itu ikut dimatikan dan lampunya menyala bersamaan.
Apakah ABS membuat jarak pengereman lebih pendek?
Bosch menulis bahwa ABS menjaga mobil tetap bisa dikemudikan saat pengereman darurat, menjaga stabilitas, dan mengurangi jarak pengereman. Yang paling terasa bagi pengemudi adalah mobil masih bisa dibelokkan saat rem diinjak penuh.

Sumber

  1. Antilock braking system - Bosch Mobility
  2. Check and change ABS and wheel speed sensors - HELLA (TechWorld)

Artikel terkait

Panggil montir Mekaniku ke rumah

Montir kami datang ke lokasi Anda di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Ceritakan gejala dan tipe mobil Anda lewat WhatsApp untuk cek jadwal.

Chat WhatsApp