Tekanan angin ban Mitsubishi Xforce menurut buku manual, termasuk ban cadangan dan reset TPMS
Jawaban singkat
Buku manual Xforce model 2024 dan New Xforce model 2027 menulis ban 225/50R18 95V diisi 2,3 bar (33 PSI) di depan dan belakang. Ban cadangan sementara T145/90D16 106M diisi 4,2 bar. Ukur saat ban dingin.
Berapa tekanan angin ban Xforce?
Tabel tekanan angin ban di bab Perawatan manual Xforce model 2024 dan bab Pemeliharaan manual New Xforce model 2027 berisi angka yang sama.
| Ban | Ukuran | Depan | Belakang |
|---|---|---|---|
| Ban normal | 225/50R18 95V | 2,3 bar (33 PSI) | 2,3 bar (33 PSI) |
| Ban cadangan sementara | T145/90D16 106M | 4,2 bar (60 PSI) |
Berbeda dari beberapa mobil keluarga Mitsubishi lain, tabel Xforce tidak memisahkan angka menurut jumlah penumpang. Depan dan belakang diisi 2,3 bar dalam kondisi apa pun yang tercantum di tabel. Setiap angka juga ditulis dalam kPa, yaitu 230 kPa untuk ban normal dan 420 kPa untuk ban cadangan sementara.
Angka 2,3 bar berlaku untuk Xforce model 2024 dan New Xforce model 2027, karena ukuran ban bawaan keduanya sama. Tabel ini ada di bagian Ban pada bab perawatan.
Ukuran ban dan pelek bawaan
Bab Spesifikasi manual model 2024 menulis ban 225/50R18 95V dengan pelek 18x7J dan offset 46 mm. Catatan di bawahnya menyebut bahwa ban yang boleh dipasang ditunjukkan pada label di pintu pengemudi. Untuk detail lain, manual meminta pemilik menghubungi dealer resmi Mitsubishi.
Tabel tekanan angin hanya memuat ukuran 225/50R18. Bila mobil sudah memakai ukuran lain, manual tidak memberi angka untuk ukuran itu.
Cara mengukur tekanan menurut manual
Manual meminta tekanan semua ban diperiksa dalam keadaan dingin. Bila tekanan kurang atau berlebih, setel sesuai nilai di tabel. Setelah itu, periksa ban dari kerusakan atau kebocoran, dan pasang kembali tutup pentil.
- Ukur sebelum mobil dipakai jauh.
- Lepas tutup pentil dan ukur dengan alat ukur tekanan.
- Tambah atau kurangi angin sampai 2,3 bar.
- Lihat permukaan ban dari luka, retak, atau benda yang menancap.
- Pasang tutup pentil.
Manual juga memberi peringatan bahwa mengemudi dengan ban aus, rusak, atau bertekanan tidak benar bisa membuat pengemudi kehilangan kendali atau membuat ban meledak.
TPMS di Xforce: apa yang dipantau
Xforce yang dilengkapi tyre pressure monitoring system (TPMS) memakai sensor tekanan di setiap roda. Manual menulis bahwa sistem ini hanya memberi tahu saat ban sudah terlalu kempes, dan bukan pengganti pemeriksaan tekanan angin secara rutin dengan alat ukur.
Saat mode pengoperasian diubah ke ON, lampu peringatan TPMS menyala sebentar lalu padam. Bila satu atau lebih ban terlalu kempes, lampu tetap menyala. Bila sistemnya bermasalah, lampu berkedip sekitar satu menit lalu menyala terus, dan peringatan ini berulang setiap kali mesin dihidupkan. Selama itu manual meminta pengemudi menghindari pengereman mendadak, belokan tajam, dan kecepatan tinggi, lalu memeriksakan mobil ke dealer resmi Mitsubishi bila lampu tidak padam setelah beberapa menit berkendara.
Manual juga meminta katup karet (rubber air valve) diganti baru setiap kali ban diganti.
Cara reset TPMS Xforce setelah mengisi angin
Ambang peringatan tekanan rendah diatur dari tekanan ban saat fungsi reset dilakukan. Karena itu manual meminta reset dilakukan setiap kali tekanan ban disetel atau ban dirotasi, dan dilakukan saat ban masih dingin. Bila reset dilakukan saat ban hangat, misalnya setelah berkendara, peringatan tekanan rendah bisa muncul lebih awal dari biasanya.
- Gunakan tombol digital driver display untuk membuka layar menu.
- Pilih "TPMS", lalu tekan Enter.
- Pilih "TPMS Reset", lalu tekan Enter.
- Tekan dan tahan Enter sekitar tiga detik atau lebih.
- Lampu peringatan mulai berkedip perlahan.
- Kendarai mobil beberapa saat. Reset selesai saat lampu peringatan padam.
Bila roda baru dengan sensor baru dipasang, kode ID sensor harus diprogram ke sistem. Manual meminta penggantian roda dilakukan di dealer resmi, dan mengingatkan bahwa roda yang tidak asli dapat membuat sensor tidak terpasang pas sehingga udara bocor atau sensor rusak.
Saat TPMS tidak membaca dengan benar
Manual mencantumkan beberapa kondisi yang bisa membuat TPMS tidak bekerja normal: perangkat nirkabel dengan frekuensi yang sama berada di dekat mobil, baterai sensor sudah habis, roda yang dipakai bukan roda asli Mitsubishi, roda tanpa sensor yang cocok, roda dengan kode ID yang tidak tersimpan di mobil, atau kaca film yang mengganggu sinyal gelombang radio.
Manual juga mengingatkan agar cairan penambal ban dalam kaleng semprot tidak dipakai, karena dapat merusak sensor tekanan. Perbaikan kebocoran ban diminta dilakukan di dealer resmi. Satu catatan lagi: tekanan ban berubah mengikuti suhu luar, sehingga peringatan tekanan rendah bisa muncul saat suhu turun cukup jauh. Bila itu terjadi, setel kembali tekanannya.
Tekanan ban bisa dilihat di panel
Pada Xforce dengan TPMS, manual model 2024 menulis bahwa tekanan angin semua ban juga dapat dilihat di instrument cluster lewat tampilan tekanan angin ban. Tampilan ini membantu memantau ban di perjalanan, tetapi manual tetap meminta pemeriksaan rutin dengan alat ukur saat ban dingin.
Batasan ban cadangan sementara
- Hanya untuk sementara dan dilepas segera setelah ban asli diperbaiki atau diganti.
- Kecepatan tidak boleh lebih dari 80 km/jam.
- Pengendalian dan stabilitasnya tidak sebaik ban standar, jadi hindari start cepat, pengereman mendadak, dan manuver tajam.
Tekanan ban cadangan sementara 4,2 bar jauh lebih tinggi dari ban biasa. Saat mengisi angin, jangan menyamakan keduanya.
Kondisi ban yang harus dicek bersama tekanan
Saat mengukur tekanan, manual Xforce juga meminta ban diperiksa dari sobekan, retak, potongan logam, dan kerikil yang menancap. Ban dengan sobekan atau retak yang dalam harus diganti. Kedalaman alur tapak ban harus lebih dari 1,6 mm agar memenuhi syarat minimal pemakaian. Ban yang sudah aus berbahaya karena mudah tergelincir atau mengalami hydroplaning di jalan basah.
Ukur tekanan saat ban dingin juga penting untuk TPMS. Manual menulis bahwa reset yang dilakukan saat ban hangat membuat peringatan tekanan rendah bisa muncul lebih awal dari biasanya.
Rotasi dan keausan ban
Manual tidak memberi jarak tempuh tetap untuk rotasi. Rotasi disarankan segera setelah ditemukan keausan tidak normal, atau saat ada perbedaan keausan antara roda depan dan belakang. Keausan tidak normal biasanya disebabkan oleh tekanan angin yang tidak benar, kesejajaran roda yang tidak tepat, roda tidak seimbang, atau pengereman keras. Setelah rotasi, lakukan reset TPMS seperti langkah di atas.
Manual juga meminta ban diperiksa dari sobekan, retak, dan kerusakan lain, serta diganti bila ada sobekan atau retak yang dalam. Indikator keausan tapak muncul di permukaan ban saat ban sudah aus.
Pertanyaan umum
- Berapa tekanan angin ban Xforce?
- Ban 225/50R18 diisi 2,3 bar (33 PSI) di depan dan belakang, menurut manual Xforce 2024 dan 2027.
- Berapa PSI ban Xforce?
- Manual menulis 33 PSI untuk ban normal dan 60 PSI untuk ban cadangan sementara.
- Apakah ban belakang Xforce perlu lebih keras saat penuh?
- Tabel manual Xforce tidak memisahkan angka menurut muatan. Depan dan belakang tetap 2,3 bar.
- Berapa tekanan ban cadangan Xforce?
- Ban cadangan sementara T145/90D16 106M diisi 4,2 bar, dan dipakai dengan kecepatan tidak lebih dari 80 km/jam.
- Bagaimana cara reset TPMS Xforce?
- Buka menu lewat tombol digital driver display, pilih TPMS lalu TPMS Reset, tahan Enter sekitar tiga detik, lalu kendarai mobil sampai lampu peringatan padam.
- Kapan TPMS Xforce perlu direset?
- Setiap kali tekanan ban disetel atau ban dirotasi, dan dilakukan saat ban masih dingin.
- Kenapa lampu TPMS Xforce berkedip lalu menyala terus?
- Menurut manual, itu tanda ada masalah pada sistem TPMS. Periksakan ke dealer resmi bila lampu tidak padam setelah beberapa menit berkendara.
- Berapa ukuran pelek Xforce?
- Manual model 2024 menulis pelek 18x7J dengan offset 46 mm untuk ban 225/50R18 95V.
- Berapa batas minimal alur ban Xforce?
- Manual menulis kedalaman alur tapak harus lebih dari 1,6 mm. Saat indikator keausan muncul, ban harus diganti.
- Apakah cairan penambal ban aman untuk Xforce dengan TPMS?
- Manual melarang cairan penambal dalam kaleng semprot karena dapat merusak sensor tekanan. Perbaikan kebocoran diminta di dealer resmi.
- Kenapa lampu TPMS menyala saat cuaca dingin?
- Tekanan ban berubah mengikuti suhu luar. Saat suhu turun jauh, tekanan bisa terbaca rendah. Setel kembali tekanannya.
- Kapan mengukur tekanan ban Xforce?
- Saat ban dingin, sesuai permintaan manual. Pasang kembali tutup pentil setelah menyetel tekanan.
Sumber
- XFORCE Owner's Manual MY24 - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
- NEW XFORCE Owner's Manual MY27 - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
Artikel terkait
- Berapa liter oli Mitsubishi Xforce? Kapasitas, kekentalan, dan standar oli menurut buku manual
- Oli Destinator berapa liter: kapasitas dan jenis oli mesin 4B40 menurut buku manual Mitsubishi
- Oli L300 berapa liter: kapasitas oli mesin diesel 4N14 menurut buku manual Mitsubishi
- Oli Triton berapa liter: kapasitas oli mesin 4D56 dan 4N15 menurut buku manual Mitsubishi
- Oli matic Pajero Sport berapa liter: oli transmisi, transfer, dan gardan menurut buku manual Mitsubishi
- Oli matic Triton berapa liter: oli transmisi otomatis, manual, dan transfer menurut buku manual Mitsubishi