Tekanan angin ban Xpander Cross menurut buku manual, per tahun model dan jumlah penumpang
Jawaban singkat
Buku manual Xpander Cross model 2022 sampai 2026 menulis ban 205/55R17 diisi 2,3 bar (33 PSI) di depan dan belakang untuk 1 sampai 5 orang. Untuk 6 sampai 7 orang, ban belakang naik ke 2,6 bar, sedangkan manual model 2020 masih menulis 2,1 bar untuk kondisi biasa.
Berapa tekanan angin ban Xpander Cross?
Semua Xpander Cross di lima buku manual yang kami baca memakai ban 205/55R17 91V. Angka tekanannya berubah satu kali, yaitu antara manual model 2020 dan model 2022.
| Manual | Muatan | Depan | Belakang |
|---|---|---|---|
| Model 2020 | 1-5 orang + kargo | 2,1 bar (30 PSI) | 2,1 bar (30 PSI) |
| Model 2020 | 6-7 orang + kargo | 2,1 bar (30 PSI) | 2,6 bar (38 PSI) |
| Model 2022, 2023, 2025, 2026 | 1-5 orang + kargo | 2,3 bar (33 PSI) | 2,3 bar (33 PSI) |
| Model 2022, 2023, 2025, 2026 | 6-7 orang + kargo | 2,3 bar (33 PSI) | 2,6 bar (38 PSI) |
Dalam kPa, 2,1 bar ditulis 210 kPa, 2,3 bar ditulis 230 kPa, dan 2,6 bar ditulis 260 kPa. Hanya ban belakang yang dinaikkan saat kabin terisi penuh. Ban depan tidak berubah oleh jumlah penumpang.
Kenapa Xpander Cross 2020 berbeda angkanya
Ukuran ban di manual model 2020 sama dengan manual model 2022, tetapi tabel tekanannya berbeda: 2,1 bar untuk kondisi biasa di model 2020, dan 2,3 bar di model 2022 dan sesudahnya. Manual tidak menjelaskan alasan perubahan ini.
Karena itu patokan yang paling aman adalah label tekanan ban di mobil Anda sendiri. Manual model 2020 menulis label itu ada di kursi pengemudi, sedangkan manual model 2026 menyebut label di pintu pengemudi. Bila label dan tabel di artikel ini berbeda, ikuti label di mobil.
Mengukur dan menyetel tekanan
- Ukur keempat ban saat masih dingin, sebelum mobil dipakai jauh.
- Bila kurang atau berlebih, setel sampai sesuai tabel untuk jumlah penumpang yang akan dibawa.
- Periksa ban dari kerusakan atau kebocoran setelah tekanan disetel.
- Pasang kembali penutup pentil.
Manual model 2026 menaruh peringatan di awal bagian ban: mengemudi dengan ban yang aus, rusak, atau tekanannya tidak benar bisa membuat pengemudi kehilangan kendali atau ban meledak, dan berujung pada kecelakaan.
Ukuran ban dan pelek Xpander Cross
Bab Spesifikasi menulis ban 205/55R17 91V dengan pelek 17x6 1/2J. Manual model 2020 dan 2022 menulis offset 46 mm. Xpander Cross punya tabel tekanan sendiri di bukunya, jadi pakai tabel itu, bukan tabel dari manual Xpander.
Bila ingin mengganti pelek atau ban dengan ukuran lain, manual meminta pemilik menghindari ukuran yang berbeda dari spesifikasi dan tidak mencampur ban dengan ukuran atau jenis berbeda. Roda dengan lingkar dan offset yang sama pun belum tentu pas, karena bentuk ban bisa membuatnya tidak terpasang dengan baik. Konsultasikan dulu dengan spesialis.
Ban cadangan sementara
Mulai manual model 2022, tabel tekanan memuat ban cadangan sementara T135/90D16 102M dengan tekanan 4,2 bar (60 PSI). Angka ini hampir dua kali ban biasa, jadi jangan menyamakannya saat mengisi angin di SPBU.
- Hanya untuk sementara, dan dilepas segera setelah ban asli diperbaiki atau diganti.
- Kecepatan tidak boleh lebih dari 80 km/jam.
- Hindari start cepat, pengereman mendadak, dan belokan tajam, karena pengendaliannya tidak sebaik ban standar.
- Diameternya lebih kecil, sehingga jarak terendah ke tanah berkurang. Pelan-pelan saat melewati polisi tidur.
- Jangan memasang lebih dari satu ban cadangan sementara sekaligus.
Ban cadangan sementara dirancang khusus untuk mobil ini dan tidak boleh dipakai di mobil lain. Bila perlu membeli, ambil jenis yang dirancang untuk mobil Anda dari dealer resmi Mitsubishi.
Kondisi tapak dan batas aus
Saat mengukur tekanan, lihat juga permukaan ban. Manual meminta ban diperiksa dari potongan, retakan, dan kerusakan lain, termasuk potongan logam atau kerikil yang menancap. Ban dengan potongan atau retakan dalam harus diganti.
Kedalaman alur tapak harus lebih dari 1,6 mm agar ban memenuhi syarat pemakaian. Saat ban mulai aus, indikator keausan muncul di permukaan tapak, tanda ban sudah tidak memenuhi syarat dan harus diganti baru. Ban yang aus mudah tergelincir dan mengalami hydroplaning di jalan basah.
Rotasi ban
Manual tidak memberi jarak tempuh tetap untuk rotasi. Rotasi disarankan segera setelah ada keausan tidak normal, atau saat keausan ban depan dan belakang mulai berbeda. Penyebab keausan tidak normal yang disebut manual adalah tekanan angin yang salah, penyetelan roda yang keliru, roda tidak seimbang, dan pengereman kasar.
Untuk ban dengan tanda panah arah putar, tukar roda depan dan belakang di sisi kiri, lalu di sisi kanan secara terpisah, sehingga setiap roda tetap di sisinya. Ban cadangan sementara tidak ikut urutan rotasi, dan bila roda cadangan berbeda dari roda standar, jangan pakai roda cadangan untuk rotasi.
Kapan memakai angka 2,6 bar
Tabel membedakan dua kondisi muatan: 1 sampai 5 orang dengan kargo, dan 6 sampai 7 orang dengan kargo. Angka 2,6 bar untuk ban belakang dipakai saat baris ketiga terisi dan mobil membawa barang, misalnya mudik sekeluarga. Setelah kembali ke pemakaian harian dengan penumpang lebih sedikit, turunkan lagi ke 2,3 bar saat ban dingin.
Mengambil ban cadangan dan mengganti ban
Bab keadaan darurat manual model 2022 memberi urutan berikut saat ban bocor di jalan:
- Buka pintu belakang dan lantai bagasi untuk mengambil ban cadangan.
- Longgarkan baut penyangga ban dengan kunci roda. Jangan terlalu banyak, karena gantungan bisa lepas dan ban cadangan jatuh.
- Angkat gantungan roda dari pengaitnya, turunkan, lalu lepas roda dari penyangga. Tahan penyangga agar tidak jatuh ke kaki.
- Kendurkan mur roda yang bocor seperempat putaran, tetapi jangan dilepas dulu.
- Letakkan ban cadangan di bawah bodi dekat dongkrak, untuk berjaga bila dongkrak tergelincir.
- Pasang dongkrak di titik dongkrak yang paling dekat dengan ban yang diganti.
Bila terpaksa jalan dengan tekanan kurang
Manual model 2022 menulis bahwa bila tidak ada pilihan lain selain memakai ban dengan tekanan kurang, kemudikan mobil dengan perlahan dan tambah angin secepat mungkin. Manual yang sama menyebut tekanan angin yang tidak benar sebagai salah satu penyebab keausan ban yang tidak normal.
Membaca kode ban 205/55R17 91V
Kode ini tercetak di dinding ban dan dipakai saat membeli ban pengganti. Angka pertama adalah lebar tapak dalam milimeter. Angka setelah garis miring adalah tinggi dinding ban dibanding lebarnya, dalam persen. Huruf R berarti konstruksi radial, dan angka sesudahnya adalah diameter pelek dalam inci. Dua digit terakhir adalah indeks beban, dan huruf penutupnya adalah simbol kecepatan. Saat membeli ban baru, samakan seluruh kode itu dengan ban bawaan, termasuk indeks beban dan simbol kecepatan.
Pertanyaan umum
- Berapa tekanan angin ban Xpander Cross?
- Menurut manual model 2022 sampai 2026, 2,3 bar (33 PSI) depan dan belakang untuk 1 sampai 5 orang.
- Berapa tekanan ban Xpander Cross 2020?
- Manual model 2020 menulis 2,1 bar (30 PSI) depan dan belakang, dan 2,6 bar di belakang untuk 6 sampai 7 orang.
- Berapa PSI ban Xpander Cross?
- 33 PSI untuk kondisi biasa di manual 2022 sampai 2026, dan 38 PSI untuk ban belakang saat muatan 6 sampai 7 orang.
- Apakah ban depan Xpander Cross ikut naik saat penuh?
- Tidak. Ban depan tetap 2,3 bar, hanya ban belakang yang naik ke 2,6 bar.
- Berapa tekanan ban cadangan Xpander Cross?
- Ban cadangan sementara T135/90D16 102M diisi 4,2 bar (60 PSI), dipakai dengan kecepatan maksimal 80 km/jam.
- Ukuran ban Xpander Cross berapa?
- 205/55R17 91V dengan pelek 17x6 1/2J di semua manual model 2020 sampai 2026.
- Apakah tekanan ban Xpander sama dengan Xpander Cross?
- Xpander Cross punya tabel sendiri di buku manualnya. Pakai tabel itu, bukan tabel dari manual Xpander.
- Di mana label tekanan ban Xpander Cross?
- Manual model 2026 menyebut label di pintu pengemudi. Manual model 2020 menyebut label di kursi pengemudi.
- Kapan tekanan ban Xpander Cross diukur?
- Saat ban dingin, sebelum mobil dipakai jauh, lalu pasang kembali penutup pentil.
- Berapa batas aus ban Xpander Cross?
- Kedalaman alur tapak harus lebih dari 1,6 mm. Saat indikator keausan terlihat, ganti ban.
- Kapan ban Xpander Cross dirotasi?
- Saat ada keausan tidak normal atau perbedaan aus antara ban depan dan belakang. Manual tidak memberi jarak tempuh tetap.
- Bolehkah ganti pelek lebih besar di Xpander Cross?
- Manual meminta ukuran sesuai spesifikasi dan menyarankan konsultasi ke spesialis sebelum memakai roda lain.
Sumber
- XPANDER CROSS Owner's Manual MY20 - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
- XPANDER CROSS Owner's Manual MY22 - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
- XPANDER CROSS Owner's Manual MY23 - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
- XPANDER CROSS Owner's Manual MY25 - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
- NEW XPANDER CROSS Owner's Manual MY26 - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
Artikel terkait
- Minyak rem Xpander dan Xpander Cross: DOT berapa, cara cek, dan aturannya menurut buku manual
- Oli matic Xpander Cross: berapa liter oli A/T, CVT, dan transmisi manual menurut buku manual
- Aki Mitsubishi Xpander Cross per tahun model: 34B19L, Q-85, dan aki khusus Auto Stop & Go
- Berapa liter oli Mitsubishi Xpander Cross? Kapasitas, kekentalan, dan standar menurut buku manual
- Oli Destinator berapa liter: kapasitas dan jenis oli mesin 4B40 menurut buku manual Mitsubishi
- Oli L300 berapa liter: kapasitas oli mesin diesel 4N14 menurut buku manual Mitsubishi